Java-drawn-logo

 

1. Tujuan

Setelah menyelesaikan bab ini, Anda diharapkan untuk :

1. Memahami tools Swing

2. Perbedaan antara komponen dan kontainer.

3. Mendesain aplikasi GUI menggunakan Swing.

4. Menjelaskan tentang flow layout, border layout, dan grid layout dalam komponen GUI

5. Membuat tampilan yang komplek dalam mendesain aplikasi GUI.

2. Teori Singkat

          Swing merupakan suatu cara untuk pembuatan aplikasi yang berbasis GUI (Graphical User Interface) di Java. Sebenarnya terdapat dua cara untuk pembuatan aplikasi yang berbasis GUI di Java selain menggunakan Swing, kita juga dapat menggunakan AWT, namun karena tingkat keamanannya rendah, AWT sudah dibahas pada modul 8 dan 9. Cukup banyak paket di java untuk melakukan pemrograman GUI, tetapi sebagai pengenalan anda cukup memahami paket yang berada di javax.swing.

2.1 Komponen Swing

Tidak seperti beberapa komponen AWT yang menggunakan native code, keseluruhan Swing ditulis menggunakan bahasa pemrograman Java. Swing menyediakan implementasi platform-independent dimana aplikasi yang dikembangkan dengan platform yang berbeda dapat memiliki tampilan yang sama.

Seperti pada package AWT, package dari Swing menyediakan banyak kelas untuk membuat aplikasi GUI. Package tersebut dapat ditemukan di javax.swing. Perbedaan utama antara keduanya adalah komponen Swing ditulis menyeluruh menggunakan Java mengingat yang belakangan tidak. Kesimpulannya, program GUI ditulis menggunakan banyak kelas dari package Swing yang mempunyai tampilan look and feel yang sama meski dijalankan pada beda paltform. Lebih dari itu, Swing menyediakan komponen yang lebih menarik seperti color chooser dan option pane.

Nama dari komponen GUI milik Swing hampir sama persis dengan komponen GUI milik AWT. Perbedaan jelas terdapat pada penamaan komponen. Pada dasarnya, nama komponen Swing sama dengan nama komponen AWT tetapi dengan tambahan huruf J pada prefixnya. Sebagai contoh, satu komponen dalam AWT adalah button class. Sedangkan pada Swing, nama komponen tersebut menjadi Jbutton class. Berikut adalah daftar dari komponen Swing.

Komponen Swing

Penjelasan

JComponent

Kelas induk untuk semua komponen Swing, tidak termasuk top-level container checkbox class dalam package AWT

JButton

Tombol “push”. Korespondesi pada button class dalam package AWT

JCheckBox

Item yang dapat dipilih atau tidak oleh pengguna. Korespondensi pada

Tabel 1.4: Beberapa komponen Swing

Komponen Swing

Penjelasan

JFileChooser

Mengijinkan pengguna untuk memilih sebuah file. Korespondensi pada cfilechooser class dalam package AWT

JTextField

Mengijinkan untuk mengedit text satu baris. Korespondensi pada textfield class dalam package AWT.

JFrame

Turunan dan korepondensi pada frame class dalam package AWT tetapi keduanya sedikit tidak cocok dalam kaitannya dengan menambahkan komponen pada kontainer. Perlu mendapatkan content pane yang terbaru sebelum menambah sebuah komponen.

JPanel

Turunan Jcomponent. Kontainer class sederhana tetapi bukan top-level. Korespondensi pada panel class dalam package AWT.

JApplet

Turunan dan korepondensi ke Applet class dalam package AWT. Juga sedikit tidak cocok dengan applet class dalam kaitannya dengan menambahkan komponen pada container

JOptionPane

Turunan Jcomponent. Disediakan untuk mempermudah menampilkan pop- up kotak dialog.

JDialog

Turunan dan korespondensi pada dialog class dalam package AWT. Biasanya digunakan untuk menginformasikan sesuatu kepada pengguna atau prompt pengguna untuk input.

JColorChooser

Turunan Jcomponent. Mengijinkan pengguna untuk memilih warna

Untuk daftar yang lengkap dari komponen Swing, Anda dapat melihatnya di dokumentasi API.

2.2. Setting Up Top-Level Containers

Seperti disebutkan diatas, top-level containers seperti Jframe dan Japplet dalam Swing sangat tidak cocok dengan AWT. Ini adalah syarat menambahkan komponen ke dalam kontainer. Jika Anda ingin menambahkan langsung sebuah komponen kedalam kontainer sebagai kontainer AWT, pertama-tama Anda telah mendapatkan content pane dari kontainer. Untuk melakukan hal tersebut, Anda akan menggunakan metode getContentPane dari kontainer.

Perlu diperhatikan pada package java.awt masih saja diimpor karena layout manager yang digunakan terdapat pada package tersebut. Juga, memberi judul pada frame dan mengepack komponen di dalam frame dapat juga dilakukan untuk frame AWT.

3. Praktik

Program Pengenalan

          Dalam praktik ini Kita akan membuat program pengenalan yaitu menampilkan frame. Untuk menampilkan frame kita dapat menggunakan class JFrame yang terdapat di paket javax.swing.

Praktik 1

import javax.swing.*;

class TesSwing {

public static void main(String[] args) {

JFrame f = new JFrame("Tes Swing"); // membuat frame dengan judul

Tes Swing

f.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE); // menutup frame

f.setSize(400, 400); // mengeset ukuran frame

f.setVisible(true); // menampilkan frame

}

}

Praktik 2

JButton

          Sesuai namanya, JButton digunakan untuk membuat sejumlah button. Yang menariknya lagi, kita dapat menaruh gambar di button.

import javax.swing.*;

class TesSwing {

public static void main(String[] args) {

JFrame f = new JFrame("Tes Swing"); // membuat frame dengan judul Tes Swing

f.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE); // menutup frame

f.setSize(400, 400); // mengeset ukuran frame

f.setVisible(true); // menampilkan frame

}

}


Praktik 3

JPanel

           JPanel merupakan subclass dari JContainer. JPanel berguna untuk mengelompokkan sejumlah objek. Berikut contoh dari JPanel.

import javax.swing.*;

class TesJPanel {

       public static void main(String[] args) {

       JFrame f = new JFrame(“Tes JPanel”);

       f.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);

       JPanel p = new Jpanel();          // membuat objek JPanel

       p.add(new JButton(“Tombol 1”));   // membuat button di kaitkan ke panel

       p.add(new JButton(“Tombol 2”));   // membuat button di kaitkan ke panel

       p.add(new JButton(“Tombol 3”));   // membuat button di kaitkan ke panel

       f.add(p);                          // mengaitkan panel ke frame

       f.pack();                         // membuat ukuran default

       f.setVisible(true);        // menampilkan frame

       }

}

          Kini anda telah mengerti cara pemrograman GUI di Java, sebenarnya dengan menggunakan IDE Netbeans kita di manjakan dengan fasilitas drag n drop. Yang tidak membuat kita pusing-pusing menulis baris-perbaris kode program. Namun, dalam belajar kita jangan menggunakan yang instan, karena kita ingin mengerti struktur program.

4. Latihan

Dengan menggunakan dasar pada praktik 1,2 dan 3 buatlah tampilan dengan menggunakan komponen swing JCheckBox.

5. Tugas

Diberikan oleh dosen pengampu praktikum

:)

SHARE PLEASE..


0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa klik iklannya, ngak susah kok! siapa tahu ada yang menarik.. karena setiap klik agan, sangat berarti buat blog ini biar tetep eksis!

KOMENTAR:
- mau koment ngasih link idup, mau ngasih link mati, terserah yang penting koment!!
- mau panjang atau pendek, ngak masalah yang penting koment!!
- mau kasar, SARA atau jorok, terserah yang penting koment!

( MANUSIA YG BERAKAL, BERAKHLAK & BERIMAN BOLEH KOMENT ASALKAN BUKAN ROBOT MBAH GOOGLE!!)

About Me


Saya seorang Blogger Pemula, Lahir di Banjarmasin 11 Desember 1993, saat ini sekarang saya sedang Kuliah di Universitas Lambung Mangkurat , Banjarbaru. untuk jurusan dan fakultas, saya di Fakultas MIPA Banjarbaru dan mengambil Jurusan Ilmu Komputer angakatan 2011.

jika kalian kenal, jangan ragu untuk menyapa, saya orangnya terbuka dan ramah kok! siap berteman dengan siapa saja hehe... dan jika kalian belum kenal, maka kita ada baiknya kenalan yuk!! sekian dulu, wassalam!
More About Me


FOLLOW & LIKE DULU GAN!



[X] CLOSE
close klik kanan